|
ARTIKEL
"METODE-METODE
ABORSI - BENARKAH TANPA EFEK SAMPING ?"
Trimester
Kedua:
Metode Dilatasi
dan Evakuasi (D&E)
Metode ini digunakan untuk membuang janin hingga usia 24 minggu.
Metode ini sejenis dengan D&C, hanya dalam D&E digunakan
tang penjepit (forsep) dengan ujung pisau tajam untuk merobek-robek
janin. Hal ini dilakukan berulang-ulang hingga seluruh tubuh
janin dikeluarkan dari rahim. Karena pada usia kehamilan ini
tengkorak janin sudah mengeras, maka tengkorak ini perlu dihancurkan
supaya dapat dikeluarkan dari rahim. Jika tidak berhati-hati
dalam pengeluarannya, potongan tulang-tulang yang runcing mungkin
dapat menusuk dinding rahim dan menimbulkan luka rahim. Pendarahan
mungkin juga terjadi. Dr. Warren Hern dari Boulder, Colorado,
Amerika Serikat, seorang dokter aborsi yang sering melakukan
D&E mengatakan, hal ini sering membuat masalah bagi karyawan
klinik dan menimbulkan kekuatiran akan efek D&E pada wanita
yang menjalani aborsi. Dokter Hern juga melihat trauma yang
terjadi pada para dokter yang melakukan aborsi, ia mengatakan,
"tidak dapat disangkal lagi, penghancuran terjadi di depan
mata kita sendiri. Penghancuran janin lewat forsep itu seperti
arus listrik."
|
|
Keterangan gambar:
Tang penjepit dan alat sedot tengah dimasukan ke dalam
rahim untuk menghancurkan janin.
|
Metode Racun Garam (Saline)
Caranya ialah dengan meracuni air ketuban. Teknik ini digunakan
saat kandungan berusia 16 minggu, saat air ketuban sudah cukup
melingkupi janin. Jarum disuntikkan ke perut si wanita dan 50-250
ml (kira-kira secangkir) air ketuban dikeluarkan, diganti dengan
larutan konsentrasi garam. Janin yang sudah mulai bernafas,
menelan garam dan teracuni. Larutan kimia ini juga membuat kulit
janin terbakar dan memburuk. Biasanya, setelah kira-kira satu
jam, janin akan mati. Kira-kira 33-35 jam setelah suntikan larutan
garam itu bekerja, si wanita hamil itu akan melahirkan anak
yang telah mati dengan kulit hitam karena terbakar. Kira-kira
97% dari wanita yang memilih aborsi dengan cara ini melahirkan
anaknya 72 jam setelah suntikan diberikan. Suntikan larutan
garam ini juga memberikan efek samping pada wanita pemakainya
yang disebut "Konsumsi Koagulopati" (pembekuan darah
yang tak terkendali diseluruh tubuh), juga dapat menimbulkan
pendarahan hebat dan efek samping serius pada sistim syaraf
sentral. Serangan jantung mendadak, koma, atau kematian mungkin
juga dihasilkan oleh suntikan saline lewat sistim pembuluh darah.
|
|
Keterangan gambar:
Jarum suntik ditusuk hingga mencapai air ketuban. Jarum
ini lalu menyedot sebagian kecil dari air ketuban keluar,
lalu diganti dengan larutan racun garam.
|
|